Tentang ATL

Sekilas Tentang Asosiasi Tradisi Lisan

Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) merupakan lembaga nirlaba yang didirikan oleh Dr. Pudentia MPSS, M.Hum,  Roger Tol, Achadiati Ikram (Prof. Dr), Sutamat Arybowo, dan Bisri Effendy sejak tahun 1993. Lembaga ini adalah wadah untuk menampung dan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bersifat akademis, seperti seminar, pelatihan peneliti muda, penelitian-penelitian dari berbagai bidang yang berkaitan dengan tradisi lisan, dan upaya untuk mempopulerkannya dalam dunia pendidikan.

Ratusan hasil penelitian mengenai  mitos, cerita daerah, kesenian tradisional, bahasa, kajian etnografi, dan  komunikasi yang didokumentasikan oleh lembaga tersebut tertata di kantor ATL  yang terletak di Menteng Wadas, Jakarta. Kajian tekstual dalam tradisi lisan  tersebut ditujukan untuk menjembatani hubungan antarmanusia karena sesungguhnya  kecairan sebuah kebudayaan dapat terwakilkan dalam kelisanan yang mengakomodasi  nilai-nilai masyarakat secara konkret. Akan tetapi, di atas segalanya, budaya  lisan juga memiliki resistensi terhadap hegemoni dan kerutinan yang jauh  berbeda dengan dunia teks.

Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) telah  memusatkan perhatian pada pemikiran-pemikiran teoritik dalam pengkajian tradisi  lisan yang diharapkan dapat membangun paradigma baru dalam pendekatan  kelisanan, antara lain dengan memadukan pendekatan tekstual dan kontekstual.

Latar Belakang

Bermula dari sebuah kerja yang diberi nama Proyek Tradisi Lisan Nusantara (PLTN), tahun 1992. Proyek ini merupakan kerja sama pemerintah Belanda dan pemerintah Indonesia dengan bantuan The Ford Foundation. Tujuannya adalah publikasi dan penerbitan naskah hasil transkripsi tradisi lisan. Kegiatan ini berkembang dengan mengadakan tiga jalur pendekatan, yaitu: Ilmu pengetahuan, publikasi, dan pementasan.

Kemudian diwujudkan dengan mengadakan kegiatan yang lebih luas, yaitu “Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan Nusantara I” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta 9–11 Desember 1993. Pada saat itu pula disepakati berdirinya sebuah lembaga tetap pengganti PLTN yang diberi nama Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Setelah disepakati pendiri ATL tanggal 11 Desember 1993, organisasi ini segera berbenah diri. Sebagai lembaga baru, pengurus sibuk menyiapkan perangkatnya, antara lain mengadakan dialog dengan mitra kerja, bernegosiasi dengan instansi penyantun, dan menyusun program organisasi. Dalam tahapan tersebut, pengurus ATL telah berhasil meyakinkan pihak-pihak terkait bahwa walaupun jaman sudah berorientasi pada serba literasi dan teknologi, tetapi tradisi lisan masih punya kekuatan yang perlu diperhatikan.

Pada saat itu kami adalah generasi baru tanpa “angkatan” yang mencoba mendayung di antara dua lautan. Di satu sisi, kami adalah staf pengajar dan peneliti yang bergaul dengan dunia akademis, tetapi di sisi lain, kami berurusan dengan dunia LSM yang mengadakan advokasi terhadap pelaku, pendukung, dan pemilik tradisi. Keprihatinan kami ketika itu bukan menangisi tradisi lisan sebagai khazanah budaya yang mulai punah, melainkan karena panggilan hati nurani kami untuk mengkaji, mendokumentasikan, dan membela hak hidup para pelakunya untuk tetap berekspresi melalui apa yang dimiliki. Awal pikiran kami, “kalaupun tradisi lisan menghadapi kematian, tetapi matinya secara alamiah, dan jangan karena hasil pembunuhan”. Dari sanalah kami berasal dan ke sanalah kami kembali. Kemudian kami bekerja secara bertahap seiring dengan perkembangan penelitian kebudayaan di Nusantara hingga saat ini.

Perjalanan Tak Kenal Lelah

ATL yang berusia muda belum memiliki sekretariat tetap. Sepanjang tahun 1994, ia beberapa kali pindah tempat dan “numpang alamat”, antara lain di Fakultas Sastra UI (sekarang Fakultas Ilmu Budaya UI) dan di Puslitbang Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI. Atas budi baik Friedrick Naumann Stiftung (FNSt), sebuah organisasi dari Jerman, kami diberi ruangan di Jl. Rajasa II/7 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di sini kami dapat bekerja dengan tenang, walaupun dengan fasilitas seadanya. Belum lama kami berteduh, tampaknya ada LSM lain yang ingin menempati ruangan itu. Maka kami tahu diri, andaikan ia membutuhkan kami bersedia untuk meninggalkan tempat itu. Untuk menjaga hubungan baik kami dengan FNST, kami berpamitan, kemudian kami menempati sekretariat baru di rumah Ketua ATL di Jl. Cempaka II/3 Bumi Malaka Asri Buaran, Jakarta Timur

Selama berpindah-pindah tempat kami belum berbadan hukum, sehingga pada saat itu kami tidak dapat menerima grant secara langsung dari mitra kerja luar negeri. Berkat budi baik Yayasan Obor Indonesia, kami dibimbing dan diberi kepercayaan untuk titip grant international melalui lembaganya. Dengan cara seperti itulah kami dapat bernapas sejenak dan kami dapat melanjutkan program-program kami. Di tengah kesibukan para pengurusnya yang sebagian besar masih menempuh studi di luar negeri, maka ATL berusaha memiliki statusnya menjadi badan hukum dengan bentuk Yayasan nirlaba. Melalui yayasan nirlaba inilah ATL dapat membuka sayapnya dan dapat menerima grant secara langsung atau hibah yang sifatnya independen dari dunia internasional

Mengingat program ATL mulai berkembang dan membutuhkan sekretariat tetap yang agak luas dan mudah diakses dari berbagai penjuru Ibu Kota, maka memutuskan untuk pindah tempat. Hingga kini kami memilih menempati sebuah rumah sederhana di bilangan Manggarai, tepatnya di Jl. Menteng Wadas Timur No. 8, Jakarta Selatan. Dari sinilah kami bekerja, dari sinilah kami berkarya. Dari sinilah kami menjalin dan membuka network ke pelosok Nusantara. Dari sini pula kami memiliki contact person di 20 Ibu Kota provinsi, sehingga kami dapat membangun kebersamaan dengan para narasumber dan para pendukung tradisi lisan.

Kami kemudian menyusun konsep untuk meneguhkan visi dan misi organisasi. Tentu hal ini berkembang sesuai dengan penjelajahan para peneliti ATL dalam menerapkan metodologi dan cara mendekati masalah. Pada mulanya dalam melakukan pengkajian-pengkajian, kami ingin menggunakan perpaduan pendekatan tekstual dan kontekstual. Ternyata pendekatan itu bukanlah pekerjaan akademis yang mudah diwujudkan. Untuk mengatasi hal tersebut, kami mencoba memasukkan muatan sosial dan religi sehingga penelitian-penelitian yang kami lakukan menambah beban muatan, yaitu menambah pendekatan sosiologis maupun antropologis. Dengan perpaduan sosioantropologis ditambah tekstual dan kontekstual, berarti kami menempatkan tradisi lisan sebagai ekspresi masyarakat pendukungnya. Sebagai ekspresi masyarakat, tradisi lisan berarti pula memuat aspek-aspek kehidupan sosial dan religius, seperti ideologi, nilai-nilai, dan pandangan hidup. Dengan demikian dalam perkembangannya kami berpendapat bahwa tradisi lisan sesungguhnya bukan saja sekadar khazanah budaya yang dijadikan klangenan, melainkan juga dapat dipandang sebagai “peristiwa sosial-budaya”.

Beberapa event budaya yang diselenggarakan ATL, dalam praktiknya selalu berhubungan dengan event sosial. Untuk merespon usulan teman-teman di daerah, kami tidak keberatan untuk melakukan re-orientasi dan re-posisi. Hal tersebut kami lakukan sesuai perjalanan ATL dalam menangani penelitian dengan action program. Kami mencoba berpikir yang lebih realistik, sehingga dalam merealisasi action program tersebut, kami lebih banyak bertindak sebagai mediator antara “power” dengan pihak yang di bawah, yaitu pelaku tradisi. Tanpa sadar kami diilhami pengalaman di lapangan (mungkin ditambah “jam terbang”) sehingga kami memberanikan diri menyusun sebuah visi yang dapat mengakomodasi aspirasi teman-teman, yaitu: “ATL ingin menjadi lembaga terdepan dalam mewujudkan tradisi lisan sebagai sumber kebijaksanaan dan pembentukan karakter budaya yang pluralistik”, sesuai dengan realita sosial di Nusantara.

Testimonial

Tradisi lisan juga bisa dikembangkan dalam muatan lokal di sekolah. ATL diminta untuk bisa menyiapkan kurikulumnya. Selain itu, budaya tradisi lisan bisa dipakai untuk memperkaya pendidikan karakter anak-anak bangsa.

Fasli Jalal – Wakil Menteri Pendidikan Nasional  (2010)

Contact Us

Secretariat: Jl. Menteng Wadas Timur No. 8 Jakarta 12970, Indonesia
Email : oraltraditionsassosiation@gmail.com

——————————————————————————————————————————————–

Jaringan ATL

1. ATL Nangroe Aceh Darussalam
Prof. Dr. H. Rusjdi Ali M., S.H.
Rektor Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry
Jl. Nurudin Ar-Raniry 1 Kopelma Darussalam
Banda Aceh 2311. No.Hp.08126986461
sinyakdara@yahoo.com

2. ATL Sumatera Utara
Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S.
Jalan Ayahanda, No. 43 B-C, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara
Alamat Rumah: Jl.Tridharma No.138 Kompleks USU medan 20155
No. Hp 081264939264
rs_sibarani@yahoo.com

3. ATL Nias, Sumatera Utara
Melkhior Duha
Jalan Pattimura (Mudik),
Kompleks Makam Pahlawan Gunung Sitoli-Nias. Telp/Fax: 0639-323389. No.Hp: 081361675132
m.duha@yahoo.co.id

4. ATL Sumatera Barat
Drs. Nurmatias M.Hum
BPNB Balimbing
+628583513423
nurmatiasz@yahoo.com

5. ATL Riau
Al Azhar, M.A.
Jln. Kaharuddin No. 11, Perhentian Marpoyan, Pekanbaru 28284, Riau
No.Hp.081378449551
alazhar_riau@yahoo.com

6. ATL Kepulauan Riau
Abdul Karim Ibrahim
Kantor Walikota Tanjungpinang
Senggarang
08126192142
Abdulkadir_ibrahim@ymail.com

7. ATL Jambi
Dr. Maizar Karim, M.Hum.
Alamat: Permindo Asri, RT 39, Blok C, No. 4 Jaluko Muaro Jambi 36363 Provinsi Jambi
No. Hp Nukman;08126794438
Nukman
pangku_aksara@yahoo.com

8. ATL Sumatera Selatan
Anwar Putra Bayu
Rumah: Jln.Pangeran Ayin;  Kompleks Bank Sumsel C.12, Kanten Laut-Palembang (30781) ; Hp. 0815 383 9606. Kantor: (0711) 366 454
apb_ind@yahoo.com ; anwarputrabayu@gmail.com

9. ATL Provinsi Bangka-Belitung
Yan Megawandi, S.H., M.Si.
Jalan Pulau Mendanau, No. 2. Kompleks Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemerintah Prov Bangka Belitung No.Hp. 08127390255
yan_mgw@yahoo.com

10. ATL Lampung
Djajat Sudrajat
Hp. 0812 7200 406, 0816404046
djadjat2001@yahoo.com

11. DKI Jakarta
Yahya Andi Saputra
08158924545; 081513802212
yahya.2003@yahoo.com

12. ATL Jawa Barat
Dr. Ruhaliah, M.Hum
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda Sekolah Pascasarjana UPI Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Jl. Dr.Setyabudi No.229 Bdg. No.Hp. 0818215087
Jl. Raya Maribaa Blok 176 Lembang-Bandung 40191
ruh_2006@yahoo.com

13. ATL Jawa Tengah
Prof. Dr.Tjetjep Rohendi,
1. Jl. Stonen 40, Semarang 50232 ; Hp. 0816 1833 175
2. Jalan Hayam Wuruk, No. 4, Kota Semarang
Provinsi Jawa Tengah
mata_nuranibangsa@yahoo.co.id

14. ATL Yogyakarta
Dr. Suwardi Endraswara, M.S.
Program Studi Sastra Jawa FBS Universitas Negeri Yogyakarta 55281.
No.Hp. 08156805293
suwardi_endraswara@yahoo.com

15. ATL Jawa Timur/Jember
Prof.  Dr. Ayu Sutarto, M.A.
Fakultas Sastra Universitas Jember, Jl Jawa 19 Jember
Rumah: Jalan Sumatera VI No 35, Jember 68121 Jawa Timur
0331-331503; 337186, 081234778766
ayuayusus@yahoo.com

16. ATL Jember
Henri Nurcahyo
0812 347 7876/ 0811355475
Bungurasih Timur 40, Waru Sidoardjo 61256; 031-854407; 08123100832
henri1611@yahoo.com

17. ATL Surabaya
Dr. Trisna Kumala Dewi
Hp. (08156896401)
trisnakumala dewi trisnadewi22@yahoo.com  ;
trisnadewi_22@yahoo.com

18. ATL Bali
Prof. Dr. I Made Suastika
Jln. Pulau Adi No. 32 Denpasar Provinsi Bali. No.Hp. 0817564481
kjbdy_unud@yahoo.com
s2kjbdy_unud@yahoo.com

19. ATL NTT
Rm Karolus Jande

20 ATL NTB
Dr. H. Sudirman, M.Pd.
Kantor Bahasa Mataram Nusa Tenggara Barat.
Jl. Cilinaya Indah, Tanjung Karang Mataram;
.08175700066

21. ATL Kalimantan Tengah
Prof. Dr. Kumpiady Widen 081250863266
Jalan Antang Kalang III/10 Kota Palangkaraya 73112 Provinsi Kalimantan Tengah

22. ATL Kalimantan Barat
Prof. Dr. Chairil Effendy
FKIP Universitas Tanjung Pura;
Jl. Imam Bonjol Pontianak
Kalimantan Barat
chairil_effendi@yahoo.com

23. ATL Kalimantan Selatan
a.n Sainul Hermawan
PBSID FKIP Universitas Lambang Mangkurat. Jl. Brigden Hasan Basry Kayutangi, Banjarmasin.
Jl. Baringin 71, Banjarmasin No.Hp. 08125024774
Kalimantan Selatan

24. ATL Sulawesi Utara
Drs. Rattun Untoro S.U
Kantor Bahasa Prov SulUt, Jl Diponegoro, No. 25 Manado Sulawesi Utara
081340419415

25. ATL Sulawesi Tengah
Dr. Amin Abdullah.M.Sn.M.A.
Palu-Sulawesi Tengah
No.Hp. 081341451368
Alamat :BTN Palupi Blok BS 2 No.12 Tr.07 Rw 04 Palu Selatan Sulawesi Tengah
modero96@yahoo.com

26. ATL Sulawesi Tenggara
Drs. Reckson M.A.
Universitas Halu Oleo
Kendari Sulawesi Tenggara
081341797344 (La Ode Ali Basri; laodeali.basri@yahoo.co.id

27. ATL Sulawesi Selatan
Dr. Suriadi Mappangara, M.Hum.
d.a. Kompleks Hartaco Indah, Blok 2A, No. 89 Daya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
No.Hp. 0811466057
suriadi_mappangara@yahoo.com

28. ATL Gorontalo
Dra. Sance Lamusu, M.Hum
No.Hp. 085256361994
sancelamusu@gmail.com
sancelamusu@yahoo.com

29. ATL Maluku
Dr. Thomas Frans, M.Pd.
Kampus PGSD FKIP Unpatti,  Jln. Dr. Tamaela, Ambon.
No.Hp.081343006418
valentino_eryk@co.id

30. ATL Maluku Utara
Dra. Rainannur A. Latif, M.Hum.
Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Khairun Kampus II Gambesi Ternate Provinsi Maluku Utara. No.Hp. 081399988034, 08124130091
r.latif93@yahoo.co.id